6 Kesalahan Umum Ketika Melakukan Branding Produk

Branding produk merupakan usaha memberikan identitas pada sebuah produk. Hal ini bertujuan untuk mempengaruhi calon konsumen agar tertarik dengan produk tersebut, dibandingkan produk dari kompetitor. Branding produk yang dilakukan secara benar, akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen. Pada dasarnya branding produk merupakan gabungan dari semua identitas perusahaan, yang dapat menarik perhatian calon pelanggan. Tujuan dari branding produk adalah untuk meyakinkan konsumen agar terus bertahan dengan pilihannya dan tidak berpindah ke kompetitor. 
 
Jika Anda melakukan branding produk dengan benar maka tujuannya akan tersampaikan. Lain halnya jika dilakukan dengang cara yang salah, akan memberikan dampak yang negatif. Baik pada produk dan perusahaan tersebut. Dalam melakukan sebuah branding produk, ada beberapa kesalahan yang selalu terjadi. Kesalahan-kesalahan inilah yang harus dihindari. Simak beberapa kesalahan ketika melakukan branding produk di bawah ini dan cobalah untuk menghindari hal tersebut.
 
Memilih Merek Secara Sembarangan
 
Melakukan branding produk merupakan langkah awal sejak Anda mencari nama produk yang tepat. Tidak sedikit bagi pebisnis yang menyepelekan hal ini dan cenderung melakukannya secara sembarangan. Padahal ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda membangun sebuah produk. Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan memilih nama tersebut.
 
Sebagai pertimbangan, sebaiknya pilih nama merek yang sederhana, lugas dan tidak terlalu spesifik. Nama yang sederhana dan lugas membuat calon konsumen lebih mudah mengingat sebuah merek. Disarankan pula  memilih nama yang tidak terlalu spesifik untuk berjaga-jaga apabila di kemudian hari ingin mengembangkan bisnis kekinian lainnya. Ketika hal ini terjadi, Anda tidak perlu mengganti nama dan memulai proses branding dari awal lagi.
 
Tidak Mengetahui Target Pasar
 
Sebagai pebisnis, Anda diharuskan untuk mengetahui target pasar yang akan menjadi sasaran. Hal ini nantinya juga sangat berpengaruh dengan hasil penjualan. Sebelum meluncurkan sebuah produk, yang harus dilakukan adalah mengetahui target pasar. Lakukanlah riset mengenai target pasar atau calon konsumen. Ketika Anda sudah banyak mengetahui tentang target konsumen, maka akan lebih mudah melihat kebutuhan dari konsumen apa saja. Jika sudah mengetahui permasalahannya, maka Anda dapat mengambil kesempatan untuk memberikan solusi dengan produk yang ditawarkan.
 
Tidak Terlalu Memperhatikan Pesaing dan Resiko
 
Sebagai seorang pebisnis, Anda tidak boleh mengabaikan pesaing, sebab dari pesaing inilah Anda dapat melihat langkah apa yang harus dilakukan kemudian dan mengantisipasi hal-hal lainnya. Selain itu, Anda sebaiknya juga mengantisipasi resiko, bukan mengabaikannya. Sebab, dari resiko ini Anda dapat belajar banyak hal. Mulai dari cara mengatasi masalah hingga solusi yang harus dilakukan. Semakin sering Anda belajar dan menemukan resiko, maka akan semakin besar kemungkinan untuk sukses dalam meniti karir atau bisnis.
 
Menggunakan Desain Logo yang Terlalu Biasa
 
Satu hal kecil yang seringkali luput dari para pebisnis pemula adalah tentang desain logo usaha. Anda sebaiknya menghindari pemilihan desain logo yang terlalu biasa. Nama dan logo yang baik akan menggambarkan dan mengkomunikasikan produk serta layanan yang dimiliki oleh pebisnis untuk calon konsumennya. Merek yang kuat dibangun dengan menggunakan visual yang menarik. Oleh karena itu, untuk proses branding produk, usahakan untuk tidak menggunakan visual yang terlalu biasa. Tidak perlu desain yang terlalu rumit, yang terpenting calon konsumen langsung mengingat merek ketika melihat logo.
 
Penggunaan Media Sosial yang Kurang Tepat
 
Media sosial selalu menjadi wadah atau media untuk melakukan promosi. Namun, jangan terlalu berlebihan dalam menggunakannya. Ini kesalahan yang selalu terjadi di kalangan pebisnis. Menyajikan konten secara rutin bukanlah hal yang salah, namun jika memberikan konten terlalu berlebihan akan mengganggu pengguna media sosial lainnya. Inilah yang harus dihindari jika Anda masih tetap ingin mendapatkan konsumen. Gunakanlah media sosial sewajarnya.

Anda dapat melakukan pemasaran pada jam-jam tertentu ketika orang membuka media sosial. Misalnya pagi lakukan pemasaran di jam 8 hingga 9 pagi. Kemudian Anda dapat melakukan pemasaran selanjutnya di jam 12 siang hingga 1 siang, ini merupakan waktu saat orang sering membuka media sosial. Untuk malam hari, Anda dapat memanfaatkan prime time yaitu sekitar pukul 6 sore hingga 8 malam. Jika selama ini Anda selalu memposting di media sosial di jam-jam tidak teratur, lebih baik untuk mengubah waktu promosi.

Melupakan Branding Secara Offline

Kegiatan promosi yang satu ini nampaknya mulai dilupakan perlahan. Padahal branding offline masih menjadi media pemasaran yang efektif untuk branding produk. Anda dapat menggunakan media pemasaran offline seperti brosur, flyer, poster, dan lain sebagainya, yang kemudian dibagikan di beberapa titik agar menarik calon konsumen. Pilihlah media pemasaran secukupnya yang efisien untuk bisnis Anda. Jangan lupa juga untuk mendesain perlengkapan pemasaran semenarik mungkin dan menggunakan kalimat efektif. Dengan begitu, branding secara offline dapat berjalan maksimal.
 
 
 
 
Instaprint merupakan salah satu digital printing yang bisa Anda percaya untuk mencetak segala jenis produk branding yang Anda butuhkan. Untuk mendukung bisnis Anda, Instaprint menawarkan jasa cetak kemasan produk di Tangerang berkualitas dengan harga terjangkau. Anda hanya perlu mengirimkan hasil desain, kemudian Instaprint akan mencetaknya dengan kualitas yang tentunya berkualitas. 

Tidak hanya itu, Instaprint juga menyediakan layanan pencetakan secara online. Anda tentunya memiliki fleksibilitas waktu mencetak yang lebih panjang, bahkan hingga 24 jam di tengah pandemi COVID-19 ini. Anda juga dapat mengawasi status pemesanan dengan mudah.

Tanpa perlu bolak-balik tempat percetakan, Anda bisa mengetahui proses pesanan melalui website atau SMS dari penyedia jasa pengiriman yang Anda pilih mulai dari pembuatan desain, pengerjaan cetak, hingga status pengiriman hasil cetak ke lokasi.

Jauh? Tenang saja, Anda tetap dapat mencetak kemasan produk dari brand tanpa harus kesulitan untuk pergi ke Gading Serpong, Cengkareng ataupun Bintaro. Anda cukup membuka website-nya, order dan submit desain yang ingin Anda cetak, kemudian pilih cara pengiriman yang bervariasi. Dijamin, desain cetakan dari produk Anda dapat langsung selesai dan sampai ke tangan kamu secara cepat lewat ekspedisi seperti JNE ataupun Gojek. 
 
 
 
 
 
Reference: U-Print
 

Related Articles