6 Tren E-Commerce 2020 Bagi Online Brands

Di akhir tahun 2019 kemarin, total nilai dari penjualan ritel e-commerce diekspektasikan mencapai hampir $3.4 milyar. Dalam sektor e-commerce yang sangat kompetitif ini, relevansi haruslah menjadi sebuah prioritas. Bisnis online harus secara konstan berhati-hati untuk tetap menjaga brand dan produknya di depan mata seluruh pelanggan. 
 
Salah satu cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah semudah dengan tetap mengikuti tren e-commerce itu sendiri. Namun, selalu ada resiko yang harus kita hadapi saat kita berusaha mengikuti tren tersebut. Tentunya, saat bereksperimen dengan tren, penting untuk memastikan bahwa setiap perubahan yang kita lakukan harus menghasilkan dampak positif bagi pelanggan Anda. Berikut adalah beberapa tren e-commerce yang perlu Anda ketahui untuk perkembangan bisnis online Anda:
 
1. Google Berubah Menjadi Online Marketplace (Pasar Online)
 
Kebanyakan customer yang memasuki suatu webstore dan melihat produk didalamnya, biasanya selalu diawali dengan pencarian produk yang di-ingini melalui web search engine (mesin pencarian situs) seperti Google, Bing, Yahoo, dst. Baik itu organik maupun non-organik (sistem berbayar, ads), penting bagi pemilik bisnis e-commerce untuk mengoptimasikan produk mereka dengan fungsi Google Shopping. Jika dioptimalkan dengan baik, Google Shopping ini bisa menjadi salah satu alat penjualan yang sangat kuat untuk mendatangkan customer ke toko online Anda.
 
Dengan mengintegrasikan platform e-commerce menggunakan Google Shopping, secara tidak langsung akan menciptakan sebuah DIP (daftar iklan produk) yang bisa membuat produk Anda berada pada puncak hasil pencarian produk di marketplace secara otomatis. Hal ini bisa sangat bermanfaat bagi pemilik bisnis e-commerce yang menjual niche products. 
 
Faktanya, dalam studi kasus baru-baru ini ditemukan bahwa Google Shopping mampu meningkatkan konversi bisnis e-commerce sebanyak hampir 17%. Proses untuk mengintegrasikannya pun juga mudah dan sederhana. Anda hanya perlu mengunjungi Google Merchant Center, mendaftar akun, dan jika toko online Anda memenuhi persyaratan, maka Anda dapat langsung mulai mengiklankan produk-produk Anda.
 
2. Konsumen Berbelanja Melalui Media Sosial
 
Nilai yang bisa ditawarkan dari media sosial tidaklah hanya sebatas likes, share dan juga foto-foto candaan/ peliharaan yang lucu. Di era ini, banyak sekali media sosial yang berevolusi menjadi mesin-mesin pencari kecil - dan 55% dari online customer mengaku terdorong untuk melakukan pembelian secara online karena adanya posting dari Brand di media sosial.
 
Sudah banyak platform marketplace yang menyediakan built-in embedded links untuk memudahkan toko-toko e-commerce berjualan secara langsung melalui social pages mereka. Hal ini dapat memungkinkan customer untuk meng-click produk secara spesifik dan langsung diarahkan ke halaman produk. Hal ini dapat mendorong pembelian impulsif oleh customer secara lebih mudah saat menggunakan iklan online.
 
3. AR dan VR Menjadi Lebih Sering Ditemukan
 
Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh setiap toko online adalah: menghadapi fakta bahwa konsumen mereka tidak dapat melihat produk asli/ secara fisik sebelum mereka membelinya. Hal ini tentunya membuat para pengusaha e-commerce produk tertentu seperti pakaian, furnitur, produk kecantikan dan produk lainnya, yang biasanya memerlukan pengamatan langsung customer sebelum membeli, menjadi terasa lebih sulit untuk dilakukan secara online. 
 
Adanya teknologi AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) mungkin bisa menjadi jawaban untuk masalah ini. Dengan AR & VR dapat memudahkan customer untuk mencoba produk-produk online secara virtual, tanpa menyentuhnya secara fisik. Contohnya, perusahaan seperti Warby Parker telah meluncurkan aplikasi yang menggunakan AR, sehingga pelanggannya dapat mencoba setiap model kacamata sebelum melakukan pembelian.
 
Begitu juga dengan Amazon & IKEA yang menggunakan teknologi serupa. Setiap calon customer Amazon & IKEA yang ingin membeli furnitur dapat memperoleh gambaran secara virtual seolah-olah furnitur tersebut sudah diletakkan dalam rumah/ sudut ruang yang diinginkan. Setiap pebisnis yang terjun di dunia e-commerce harus benar-benar sadar akan adanya teknologi baru yang dapat merevolusi pengalaman customer (customer experiences) dalam berbelanja online kedepannya. 
 
4. Customized Product Sangat Diminati Konsumen
 
Saat ini, sistem personalisasi produk untuk customer online sudah mulai banyak diterapkan oleh para pengusaha e-commerce. Banyak toko online mengambil keuntungan dari fungsi konten interaktif - seperti kuis dan survei - untuk membuat suatu produk yang keseluruhannya dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan dan atau preferensi dari masing-masing individu customer.
 
Salah satu area dimana tren ini bekerja adalah di bagian kesehatan. Contohnya, toko seperti Curology (skin care brand) & Gainful (health & nutrition brand) membuat produk yang dapat dikustomisasi seluruhnya sesuai dengan kebutuhan & kesehatan masing-masing individu. Di sisi lain Native (body care brand) menggunakan fungsi interaktif berupa kuis untuk membuat produk deodoran atau sabun mandi yang sesuai dengan preferensi aroma customer.
 
5. Opsi Pembayaran Fleksibel Untuk Pembelian Besar
 
Toko online yang memiliki produk dengan kisaran harga yang cukup tinggi, umumnya akan lebih sulit untuk mendapatkan customer baru - karena kecenderungan customer melihat pembelian tersebut sebagai suatu investasi yang cukup berisiko. Salah satu tren e-commerce yang dapat membantu Anda untuk melewati tantangan ini adalah dengan menawarkan opsi pembayaran yang fleksibel melalui sistem seperti OVO Pay Later, Gopay Pay Later, Shopee Pay Later, program cicilan Akulaku, Kredivo atau program cicilan online lainnya.
 
Layanan ini secara otomatis akan membagi tagihan pembelian Anda dalam jumlah besar menjadi beberapa skema pembayaran tagihan kecil dalam jangka waktu beberapa bulan. Hal ini akan sangat memudahkan dan meringankan beban customer dalam melakukan pembelian skala besar di toko online. Faktanya, pengusaha retail yang menawarkan opsi pembayaran alternatif ini, berhasil memperoleh peningkatan konversi sekitar 20% hingga 30%.
 
6. Perusahaan & Konsumen Lebih yang Lebih Memperdulikan Lingkungan
 
Keperdulian terhadap bumi dan lingkungan tidak lagi hanya berlaku pada pecinta alam ataupun generasi milenial saja. Kebanyakan konsumen saat ini sudah jauh lebih sensitif terhadap dampak lingkungan, dan mereka ingin mendukung suatu bisnis yang mau melakukan usaha terbaik mereka dalam mengurangi jejak emisi karbon/ polusi. 
Hampir sebanyak 87% konsumen setuju bahwa mereka akan lebih tertarik untuk membeli produk dari Brand yang bisa memberikan dampak positif bagi sosial maupun lingkungan. Hal ini bisa menjadi alasan yang kuat untuk perusahaan/ pengusaha e-commerce untuk lebih serius dalam menerapkan konsep go green di bisnis & produk mereka. 
 
Banyak brand e-commerce berusaha untuk mengurangi sampah pengiriman/ paket mereka dengan menggunakan material yang bisa didaur ulang atau biodegradable - seperti kemasan dari bungkus kacang/ olahan singkong yang dapat hancur dengan air. Beberapa pebisnis juga mengeluarkan kreatifitas terbaik mereka, contohnya Banish Skin Care. Mereka lebih memilih untuk membungkus produk yang akan dikirim dengan menggunakan kaus kaki, dibandingkan dengan bubble wrap demi mengurangi sampah. 
 
 

Kesimpulannya
 
Meskipun tren senantiasa datang dan pergi, penting bagi setiap bisnis berbasis e-commerce untuk memperhatikan segala sesuatu yang dapat berdampak pada customer experience dan juga konversi penjualan. Saat tren ini berubah dan berkembang dari waktu ke waktu, banyak toko online yang sudah mendapatkan pemasukan luar biasa karena memanfaatkannya dengan baik. 
 
Jadi, apakah Anda sudah menemukan tren yang tepat untuk diasosiasikan dengan toko online Anda? Atau Anda masih bingung dan memiliki kendala dalam mengelola toko online supaya bisa memberikan performa yang maksimal untuk bisnis Anda?
Apabila Anda memiliki bisnis online dan sering merasa kebingungan dalam mengelola toko atau menentukan strategi bisnis online Anda, mungkin Jet Commerce bisa menjadi solusinya.
 
Jet Commerce merupakan salah satu penyedia e-commerce solution Indonesia yang bergerak pada sektor B2B dan B2C di Jakarta, Indonesia. Sebagai salah satu perusaahaan e-commerce enabler terpercaya se-Asia Tenggara, Jet Commerce menawarkan solusi e-commerce yang komprehensif serta terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan & pemasaran Brand di ranah e-commerce. Layanan kami meliputi official store managementdigital marketingdesign & creativecustomer relationship management, dan fulfillment center.

Sebagai perusahaan e-commerce enabler, Jet Commerce juga dilengkapi dengan fasilitas fulfillment center di Indonesia yang berlokasi di kota Tangerang. Bekerjasama dengan delapan partner logistik terpercaya, Jet Commerce Fulfillment Center mampu memproses lebih dari 4000 pesanan (online order) dalam sehari, baik pengiriman instan maupun non-instan. Fulfillment service kami merupakan solusi alternatif bagi Brand, maupun pemilik bisnis yang ingin mengembangkan usahanya di ranah e-commerce.



 
 
 
 
Reference: Reprice

Related Articles