List vs Grid - Which One Is Right For Your Mobile Design?

Ketika berbicara tentang memproduksi pengalaman pengguna yang berkualitas, ada ratusan pola UI untuk perangkat yang dapat Anda pilih. Hal ini memberikan dampak yang positif maupun negatif. Tetapi, untungnya, kita memiliki banyak pilihan yang dapat memuaskan pengguna dan memberikan mereka pengalaman terbaik dari interaksinya. Dampak buruknya? Mari kita bahas lebih dalam pada artikel ini.
 
Entah bagaimana cara Anda merancang desain dari navigasi aplikasi perangkat atau website, tampilan antarmuka final yang Anda berikan haruslah masuk akal hingga pengguna tidak merasa frustasi ketika menggunakannya. Dengan hal tersebut dalam pikiran, mari kita lihat beberapa penjelasan lebih dalam tentang perbedaan antara tampilan list vs grid dan melihat apa saja cara yang disajikan dari perbedaan konsumsi konten yang informasi yang diberikan:
 

 
Struktur Grid
 
Biasanya, grid ini digunakan untuk membagi ruang layar menjadi beberapa cells berukuran sama yang membuat navigasi lebih mudah dipahami. Keindahan dari penggunaan grid ini adalah kemudahan penggunaan yang dapat disesuaikan dan menyesuaikan banyak urutan yang dapat diberikannya pada desain Anda. Manfaat lain dari grid ini adalah lebih mudah bagi Anda untuk memanfaatkan ruang dan struktur secara efisien, penawaran harmoni visual untuk tampilan antarmuka Anda. 
 
Struktur Lists
 
Sekarang, struktur lists. Lists ini tidak sama dengan struktur grid karena pola navigasi ini hanya terdiri dari satu elemen yang mengikuti elemen lainnya baik menurut abjad, numerik, atau bahkan secara acak. Pada contoh diatas, Anda dapat melihat daftar vertikal standar untuk berbagai produk.
 
Pada hampir setiap aplikasi yang dibuat, ada beberapa bentuk daftar (lists) yang dapat ditemukan pada tempat tertentu. Penggunaannya tepat untuk membiarkan pengguna menelusur dari bagian atas ke bawah saat menggunakan menu vertikal yang dapat digulir. Daftar ini bisa saja dibuat dalam berbagai penyamaran seperti daftar produk di bagian atas atau bahkan sebagai menu dropdown. Struktur ini membutuhkan lebih sedikit ruang daripada struktur grid, sehingga dapat menjadi opsi yang tepat jika konten Anda banyak memiliki teks di dalamnya. Manfaat lain dari struktur daftar ini termasuk baik untuk digunakan dalam pemindaian yang efisien & bekerja lebih baik ketika ruang layar yang dimiliki lebih sedikit.
 
List vs Grid - Penggunaan Konten
 

 
Struktur grid merupakan alat yang berguna untuk menghadirkan struktur logis pada desain Anda. Saat Anda mendesain menggunakan kerangka kerja grid, Anda dapat menyiapkan diri untuk mengatur dan menyusun informasi serta elemen konten bersama-sama agar mudah diikuti dan dipahami. 
 
Dalam contoh diatas, struktur grid yang padat memiliki elemen visual dan tekstual, dengan ikon besar untuk boot. Kombinasi ini dapat membuat fungsi penggunaan yang sangat baik karena ukuran setiap blok pada grid tersebut. Seluruh tampilannya menjadi mudah dibaca dan secara visual juga menyenangkan. Jaga konten Anda agar tetap sederhana dengan menggunakan struktur grid ini. Struktur ini senantiasa membawa koherensi pada desain Anda dan saat Anda memiliki banyak elemen UI yang ditempelkan pada grid tersebut, pastikan agar kehadirannya tidak menjadi berantakan dan dapat membawa Anda ke jalur yang tidak Anda inginkan.
 
Dalam desain UI, penggunaan grid sangatlah umum. Dan dengan prevalensi desain website yang responsif dan pembuatan prototipe, grid saat ini senantiasa memenuhi seluruh layar. Ketika harus menampilkan kartu atau merancang aplikasi perangkat berbasis tugas, struktur grid benar-benar dapat membantu Anda di sini. Namun, dalam hal mengonsumsi konten, grid kurang berguna karena struktur yang besar tidak memberikan banyak ruang kepada desainer untuk memasukkan konten tambahan. Daftar, disisi lain, ada di elemennya ketika berbicara tentang penelusuran dan konsumsi konten.
 
Jika Anda mengambil pendekatan minimalis untuk menampilkan konten Anda, maka grid akan melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun, jika Anda memiliki banyak konten untuk ditampilkan, maka struktur daftar akan membantu Anda menyajikan konten yang lebih banyak dan, yang mengejutkan, lebih banyak menampilkan elemen visual dalam desain UI secara keseluruhan. 
 
Dari contoh diatas, meskipun tampilan gridnya terlihat mencolok, tampilannya membutuhkan lebih banyak hal daripada daftarnya. Dalam contoh di atas, daftar tidak hanya memberi kita kesempatan untuk menggunakan teks, ikon, dan citra - Anda juga mendapatkan lebih banyak hal jika dibandingkan dengan menggunakan grid.
 
List vs Grid - Bergulir Dalam Menelusuri Konten (Scrolling Through Content)
 

 
Jadi, Anda membolak-balik konten Anda. Mana yang lebih baik? List atau grid? Pada contoh di atas, di sebelah kiri, Anda dapat melihat website e-commerce biasa yang menggunakan struktur grid. Seperti yang sudah kami sebutkan, kehadirannya senantiasa menempati keseluruhan layar. Hal ini merupakan cara yang tepat untuk menekankan navigasi karena kejelasannya dan penggunaan citra yang berani menambah kemudahan penggunaan pengguna. Setiap blok grid memiliki sejumlah konten yang berkualitas untuk dicerna oleh pengguna.
 
Menggunakan struktur grid dengan cara yang dimiliki oleh website e-commerce sangat tepat ketika Anda ingin menampilkan berbagai data karena struktur grid ini mengisolasi blok konten terkait dengan cara yang ringkas. Pengguna difokuskan pada satu blok hingga mereka siap untuk bergulir ke bawah (atau ke atas).
 
Di sebelah kanan gambar diatas, dapat terlihat adanya gambar contoh dari aplikasi perpesanan. Daftar ini memungkinkan pemindaian yang lebih mudah dengan banyak tautan di bagian bawah halaman. Pada aplikasi perpesanan, lebih mudah untuk membaca semua informasi penting termasuk tautan navigasi karena daftar menyajikan informasi dengan cara yang koheren - dengan tautan satu demi satu. Saat menggunakan daftar, praktek yang baik adalah dengan memberikan jarak yang cukup di antara tautan untuk menghindari klik yang tidak diinginkan. Anda dapat membuat tautan menu yang cukup besar agar mudah diketuk atau diklik.
 
List vs Grid - Penelusuran Acak
 

 
Anda lapar? Dalam contoh diatas, struktur grid mengatur data ke dalam format yang kaku tetapi dapat dimengerti. Hal ini erat dengan penggunaan pada aplikasi Tumblr. Namun, hal ini mudah digunakan karena setiap kartu memiliki gambar dengan copy yang berkaitan. Menggunakan struktur grid dengan cara yang sama seperti contoh di atas sangat tepat jika Anda memiliki produk untuk dipamerkan dan ingin menggunakan citra yang berani di mata pengguna
 
Itulah mengapa struktur grid berfungsi dengan sangat baik untuk website dan aplikasi perangkat seperti Tumblr dan Pinterest - keduanya merupakan platform visual. Pada contoh penggunaan grid di atas, tampilan terlihat lebih menarik untuk dilihat dan membantu pengguna dalam memeriksa perbedaan visual antara produk. Meskipun, perlu dicatat bahwa gaya tampilan grid ini dapat membuat halaman menjadi lebih panjang dan memaksa pengguna untuk menggeser lebih dari yang mereka inginkan.
 
Sekarang pembahasan tentang struktur daftar (list). Contoh di atas teratur dengan baik dan mudah dimengerti. Ada lebih banyak detail yang terlibat - harga, peringkat, jarak, lokasi, tanggal dan nama. Daftar ini tepat digunakan ketika Anda perlu lebih komprehensif karena pengguna Anda harus membuat keputusan dan membutuhkan informasi yang relevan.
 
Intinya, struktur grid lebih berguna saat Anda tidak perlu memberikan banyak informasi kepada pengguna (misalnya, pada Asos.com di mana pengguna hanya ingin melihat pakaian dan tampilannya pada sebuah model). Jika Anda tidak perlu memberikan informasi yang lebih penting, daftar dapat pilihan terbaik Anda karena pengguna membuat keputusan berdasarkan faktor yang lebih rumit daripada hanya penampilan saja.
 
Apa pun gaya navigasi perangkat yang Anda pilih, pilihlah alur pengguna yang sederhana, visual yang jelas, dan desain yang mudah dipahami untuk membantu memberikan pengalaman yang lebih positif kepada pengguna. Bagaimanapun, Anda merancang desain untuk pengguna Anda.
 
 
Jika Anda membutuhkan bantuan, kami hadir untuk Anda. 
 
Eannovate hadir dengan memberikan layanan terbaik untuk Mobile App Development di Jakarta, termasuk jasa Konsultasi Produk, Project Management, UI / UX Design, Development, Testing, Deployment (ke server App Store / PlayStore atas nama perusahaan klien), Source-Code, serta FREE Maintenance selama 3 bulan. Kami menjamin bahwa aplikasi Anda akan dibangun sesuai dengan kebutuhan usaha Anda dan menyediakan penanganan jika terjadi masalah pada aplikasi Anda.
 
Selain itu, kami juga memiliki layanan SEO Digital Marketing di Jakarta lengkap dengan copywriter yang kreatif dan berpengalaman dari tim kami untuk membuat konten asli dan berkualitas untuk mendukung aktivitas online dari bisnis Anda. Buatlah perusahaan Anda lebih dikenal oleh target audiens dengan menyerahkan layanan jasa Mobile App Development di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda sedang mencari portal berita yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru serta terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, Alterspace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
 
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore),
 
Whatsapp : +62813-8251-8448
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
Reference: JustInMind
 

Related Articles