Mana Yang Lebih Sehat,Butter Atau Margarine?

Perdebatan tentang mana yang lebih sehat antara mentega dan margarin senantiasa berjalan. Kedua produk tampak memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan untuk kesehatan tubuh. Mentega (butter) merupakan produk susu yang terbuat dengan mengocok krim atau susu untuk memisahkan komponen padat dari cairan yang dimiliki. Biasanya, Anda dapat menggunakan mentega dalam memasak, memanggang, dan sebagai olesan untuk roti.
 
Sedangkan margarin, biasanya dipakai sebagai pengganti dari mentega. Margarin terbuat dari minyak nabati, seperti minyak kanola, minyak buah sawit, dan minyak kedelai. Meskipun mentega dan margarin memiliki komponen yang berbeda, keduanya dapat mengandung lemak yang berbeda dalam jumlah besar. Namun, tidak semua lemak merusak kesehatan, dan lemak jenuh mungkin tidak berbahaya seperti yang pernah diperkirakan para peneliti, menurut sebuah artikel tahun 2018. Namun, hal ini tetaplah kontroversial.
 
Mengkonsumsi lemak berlebih mungkin dapat menambah berat badan dan meningkatkan risiko obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko awal dari penyakit jantung. Penyakit jantung adalah penyebab kematian paling umum di seluruh dunia. Dengan membuat pilihan pola makan yang baik, Anda dapat lebih menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
 
Maka dari itu, dalam artikel ini kami akan membahas beberapa pro dan kontra tentang mentega dan margarin serta perannya untuk jantung Anda.
 
Cara Memilih Mentega Atau Margarin?
 
Ada pro dan kontra baik untuk mentega maupun margarin. Keputusan untuk memilih di antara keduanya dapat Anda sandarkan pada kebutuhan tubuh dan diet dari setiap individu. Ketika komunitas kesehatan memutuskan bahwa mentega kurang begitu sehat karena kandungan lemak jenuhnya yang buruk, para ilmuwan makanan bekerja untuk memproduksi margarin dari lemak nabati, yang dapat dikategorikan lebih sehat.
 
Proses pembuatan margarin dikenal sebagai hidrogenasi. Proses ini mengubah minyak sayur cair menjadi zat padat pada suhu ruangan. Namun, penelitian akhirnya menemukan bahwa lemak trans - yang mengandung margarin - meningkatkan kadar lipoprotein densitas rendah (LDL), atau kolesterol "jahat", dan mengurangi kadar lipoprotein densitas tinggi (HDL), atau kolesterol "baik".
 
Oleh karena itu, margarin memiliki reputasi yang dikenal dengan mengandung bahan kimia berbahaya. Namun, produsen sekarang sebagian besar telah menghilangkan lemak trans buatan manusia dari pasokan makanan. 
 
Perbedaan Dari Mentega & Margarin
 
Perbedaan terpenting antara keduanya adalah bahwa mentega berasal dari produk susu dan kaya akan lemak jenuh, sedangkan margarin terbuat dari minyak nabati. Margarin mungkin mengandung banyak lemak trans, tetapi seperti yang disebutkan di atas, beberapa produsen sekarang sudah mulai menghilangkannya secara bertahap.
 
Penasihat dari American Heart Association (AHA) 2017 menunjukkan bahwa lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol LDL karena pengaruhnya terhadap keseluruhan kadar kolesterol di arteri. Namun, lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol LDL lebih sedikit daripada lemak trans, dan tidak mempengaruhi HDL. Tidak ada pilihan yang 100% sehat untuk mentega ataupun margarin. Namun, Anda dapat memilih opsi yang paling menguntungkan untuk diet dan kebutuhan Anda.
 
Untuk melakukannya, Anda dapat mencari margarin dengan jumlah lemak trans paling rendah, seperti 0 gram (g), dan memeriksa label bahan untuk minyak yang terhidrogenasi secara parsial. Ketahuilah juga bahwa perusahaan makanan dapat mengklaim bahwa suatu produk tidak mengandung lemak trans jika mengandung kurang dari 0,5 g per porsi. Jika margarin mengandung minyak terhidrogenasi parsial, maka akan mengandung lemak trans, meskipun label menyatakan mengandung 0 g.
 
Menambahkan mentega atau margarin ke makanan atau resep menambah kalori yang mungkin tidak dipertimbangkan orang. Namun, bahan-bahan ini juga bisa memiliki tujuan penting dalam makanan sebagai sumber lemak. Tubuh membutuhkan lemak untuk berfungsi dan menyerap nutrisi. Lemak juga memberikan rasa kenyang. Memakan makanan tanpa lemak dapat membuat Anda cenderung merasa lapar lagi segera setelahnya. 
 
Kekhawatiran lain bagi banyak orang adalah kandungan kolesterol dari mentega. Hanya produk hewani yang mengandung kolesterol. Dan karena itulah, margarin mengandung sedikit atau tidak ada kolesterol, sedangkan mentega mengandung lebih banyak kolesterol.
 
Beberapa orang mungkin perlu mengikuti diet terkontrol untuk kolesterol sebagai perubahan gaya hidup dalam mengelola penyakit jantung atau hiperkolesterolemia. Anda yang perlu mengonsumsi lebih sedikit kolesterol mungkin mendapat manfaat dari peralihan penggunaan mentega ke margarin.
 
Apa Yang Dikatakan Oleh Riset
 
Masih ada kontroversi dan perbedaan pandangan medis mengenai apakah mentega lebih atau kurang menyehatkan jika dibandingkan dengan margarin. Salah satu studi pada tahun 2017 mengukur efek asupan lemak jenuh dari keju dan mentega terhadap kadar kolesterol LDL pada 92 orang dengan obesitas perut. Diet uji keju dan mentega meningkatkan kolesterol LDL lebih banyak daripada diet uji rendah lemak, diet tinggi karbohidrat, diet diet tinggi lemak tak jenuh ganda, dan diet tinggi lemak tak jenuh tunggal.
 
Para pemimpin studi merekrut orang dewasa yang sehat menggunakan 50g dari salah satu lemak ini setiap hari selama 4 minggu. Mentega meningkatkan kolesterol LDL lebih banyak daripada minyak zaitun atau minyak kelapa. Namun, tidak satupun dari tiga diet yang diuji menyebabkan perubahan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), lemak perut, gula darah puasa, atau tekanan darah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa faktor selain jenis lemak memerlukan penyelidikan lebih lanjut saat mempertimbangkan asupan lemak makanan dan hubungannya dengan kesehatan manusia.
 
Studi pada tahun 2019 dari American Journal of Clinical Nutrition membandingkan efek pada tingkat lemak darah di antara margarin berbahan dasar minyak dan mentega pada orang dengan dan tanpa obesitas. Hasilnya menunjukkan kadar LDL yang lebih rendah pada semua peserta yang menggunakan margarin berbasis minyak jika dibandingkan dengan mentega. Untuk orang yang mengalami obesitas, hasil menunjukkan peningkatan yang lebih sedikit pada kadar LDL dibandingkan pada orang yang berada dalam kisaran BMI yang ideal.
 
Dan yang terakhir, ulasan komprehensif pada tahun 2019 lainnya mengevaluasi bukti bahwa diet gaya Mediterania dapat membantu mencegah atau mengobati penyakit kardiovaskular. Jadi, dapat disimpulkan dari berbagai penelitian bahwa tidak ada bukti berkualitas tinggi yang mendukung efektivitas diet tinggi lemak tak jenuh untuk mencegah atau mengobati penyakit jantung.
 
Tubuh setiap orang mungkin merespons lemak makanan secara berbeda berdasarkan kecenderungan genetik, status kesehatan mereka, jenis kelamin, dan pola gizi mereka secara keseluruhan. Mentega dapat meningkatkan kolesterol LDL, tetapi beberapa penelitian tampaknya tidak memastikan bahwa mentega dapat mempengaruhi faktor risiko lain untuk penyakit jantung atau stroke. Selain itu, para ahli kesehatan tidak lagi melihat margarin berbahan dasar minyak merusak kesehatan, dan tampaknya memang menurunkan kolesterol LDL.
 
Studi yang lebih baru menunjukkan bahwa mereka tidak mempengaruhi faktor risiko lain untuk penyakit jantung atau stroke. Kalori dalam mentega dan margarin dapat bertambah dengan penggunaan teratur dalam porsi besar. Orang-orang yang mengikuti diet berat badan harus mencoba mengatur asupan kalori total. Hal ini melibatkan pertimbangan ekstra saat mempertimbangkan olesan dan bahan memasak atau memanggang.
 
Banyak faktor lain, seperti gaya hidup dan genetika, berperan dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Saran terbaik untuk Anda adalah agar  berfokus pada perubahan gaya hidup yang mungkin dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, daripada berfokus pada satu komponen diet. Memiliki mentega dan margarin dalam jumlah sedang dapat memungkinkan Anda untuk memperoleh manfaat dari keduanya tanpa berkontribusi pada asupan lemak total yang berlebihan.
 
 
Berikut adalah beberapa informasi yang dapat kami kutip dan berikan untuk Anda mengenai mentega dan margarin. Jika Anda membutuhkan mentega berkualitas yang juga sehat untuk Anda konsumsi dalam keseharian, Dairy Diary dapat membantu Anda.
 
Dairy Diary (Anchor Food Professionals) merupakan distributor bahan baku kue di Indonesia yang menyediakan berbagai produk Anchor food professional berkualitas dan terbaik seperti mentega/ Anchor butter, cream cheese (krim), milk (susu), natural cheese dan processed cheese (keju) sebagai wujud persembahan dari PT Fonterra Brands Indonesia. Dairy Dairy merupakan salah satu bentuk komitmen Fonterra Indonesia dalam memajukan bisnis food service khususnya dalam bidang bahan baku kue & produk mentega di Indonesia.
 
 
 
 
 
 
Reference: Medical News

Related Articles