Form UI Design : Do’s & Don’ts

Desain formulir dalam antarmuka atau biasa disebut dengan formulir desain UI merupakan bagian dari desain UX yang memberikan impresi tentang bagaimana aplikasi Anda dijalankan secara sederhana. Anda hanya perlu memberikan beberapa kolom kosong tentang apa yang ingin Anda ketahui dan menyerahkannya kepada pengguna. Sayangnya, hal ini tidaklah benar. 
 
Desain formulir dalam UI aplikasi atau website Anda memiliki beberapa teori dan panduan penerapan yang tentunya harus Anda aplikasikan dalam desain Anda. Secara logika, ada banyak informasi di luar sana tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk memproduksi formulir yang berfungsi dengan baik - tetapi, bagaimana dengan perangkap umum di dalamnya? Di mana saja desainer dapat berbuat kesalahan dalam merancangnya?
 
Jangan khawatir. Berikut ini kami berikan beberapa daftar dari apa yang boleh dan tidak Anda lakukan dalam membuat formulir UI dalam website atau aplikasi Anda berbicara kepada pengguna secara tepat agar mereka dapat mengisinya dengan lengkap.
 
Yang BOLEH Anda Lakukan - Membuat Segalanya Dengan Baik
 
1. Buatlah Kehadirannya Ringkas & Jelas
 
Hal ini mungkin terlihat sudah jelas, tetapi sangat penting hingga harus dibicarakan. Tidak peduli tentang apa formulir Ada - pengguna tidak akan senang untuk menghabiskan waktu dalam mengisi formulir saja dalam website atau aplikasi Anda. Pengguna tentunya ingin dengan cepat menyelesaikan proses tersebut dan mereka akan cenderung mengabaikan halaman yang membuat kesabaran mereka habis. 
 
Anda mungkin dapat menghilangkan rincian yang tidak terlalu diperlukan. Semakin ringkas formulir Anda, maka semakin baik konversi yang Anda dapatkan dari pengguna. Hal ini dikarenakan pengguna tidak harus mengabaikan formulir Anda yang ringkas. Hal ini juga sangat berguna jika Anda merancang formulir untuk ditempatkan pada aplikasi Anda karena mengetik data di dalam kolom tersebut akan lebih sulit jika dibandingkan dengan menggunakan komputer. 
 
2. Validasi Bukanlah Sebuah Hal Yang Dinegosiasikan
 
Apapun jenis formulir yang Anda rancang - form UI tersebut haruslah memiliki validasi. Anda perlu memberitahu pengguna secepat mungkin tentang kapan data yang mereka masukkan dapat diterima - idealnya, Anda juga ingin memberitahu mereka mengapa data tersebut masih kurang benar.
 
Hal ini juga dikarenakan setiap orang tidak menyukai untuk berpikir bahwa mereka sudah menyelesaikan sebuah tindakan tetapi menemukan pada menit terakhir menemukan bahwa mereka harus mengulang pada tahap awal kembali. Tindakan ini dapat membangunkan frustasi dan membuat pengguna meninggalkan aplikasi atau website Anda. 
 
Ketika sesuatu terjadi secara tidak benar, beritahu pengguna Anda secara langsung.
 
3. Pastikan Bahwa Konten Teks Di Dalamnya Memiliki Nilai
 
Cara mengorganisasikan formulir UI yang Anda berikan dapat memberikan jalan yang kuat bagi pengguna dalam memastikan pemahaman mereka dan menyelesaikan pengisian formulir tersebut. Konten teks di dalamnya, dapat mempengaruhi formulir ini lebih dari yang Anda bayangkan. Dengan menggunakan copy yang tepat, Anda dapat memberikan pertanyaan yang tepat dan menempatkan tombol serta pesan status muatan kepada pengguna.
 
Pertanyaan yang Anda ajukan haruslah jelas, tidak meninggalkan tempat untuk didebatkan di dalamnya tentang apa yang pengguna perlu untuk lakukan. Cobalah mempertimbangkan hal kecil seperti menambahkan sedikit informasi untuk memastikan bahwa tujuan Anda jelas. Memang benar bahwa pada saat ini, hal-hal kecil ini mungkin tampak agak konyol - tetapi bagi pengguna yang bingung yang hanya ingin melewati formulir ini, hal ini membuat semua perbedaan.
 
 
Yang TIDAK BOLEH Anda Lakukan - Membuat Semuanya Terlihat Salah
 
1. Menggunakan Dua Kolom Dalam Formulir Yang Sama
 
Dua kolom merupakan hal dasar yang tidak boleh dilakukan saat berbicara tentang desain UI. alasan utamanya adalah tentang tingkat penggunaan dan keresponsifannya. Dengan menggunakan dua kolom, Anda membuat kemungkinan bagi pengguna untuk tidak dapat menemukan rute jelas untuk diikuti dalam formulir tersebut.  
 
Bagian mana yang harus diisi duluan? Haruskah pengguna menyelesaikan satu kolom terlebih dahulu dan berpindah ke kolom selanjutnya? Apakah ini cara termudah untuk menanyakan hal ini? Apakah ada cara untuk memecah pertanyaan ini menjadi beberapa bagian?
 
Selanjutnya, tentang tingkat responsif dari aplikasi atau website Anda. Memiliki dua kolom dalam sebuah halaman yang sama tentunya tidak bersifat mobile-friendly, yang berarti, kolom Anda akan menjadi masalah nyata bagi pengguna yang menggunakan perangkat mereka. Semakin berjalannya waktu, semakin penting kehadiran dan penggunaan perangkat dalam desain UX Anda tentunya. 
 
2. Tidak Memperhatikan Rincian
 
Sama seperti aspek desain UX lainnya, desain formulir memiliki hal yang besar dan kecil di dalamnya. Jadi, apa saja detail atau rincian yang perlu ada dalam desain UI Anda? Rincian seperti fokus kolom dapat menawarkan tampilan layar yang sukses atau dengan memberikan tombol status yang dapat berganti di dalam kolom.
 
Setiap rincian di dalam formulir anda merupakan kesempatan untuk berbicara kepada pengguna. Semakin rinci formulir Anda berbicara, semakin mudah kehadirannya untuk dimengerti. Mungkin Anda menganggap hal kecil tersebut tidak akan membuat banyak perbedaan, tetapi pengguna akan menghargai perbedaannya.
 
3. Tidak Memberitahu Pengguna Apa Yang Sedang Terjadi
 
Pengguna dan formulir yang Anda rancang haruslah senantiasa berkomunikasi - dan komunikasi tersebut berjalan dua arah. Sama seperti Anda yang ingin mereka membagikan informasi dengan mengisi beberapa data dalam kolom, pengguna juga menginginkan jawaban atas kebutuhan mereka.
 
Hal ini dapat menjadi masalah kegunaan yang diketahui saat pengguna merasa berada dalam kegelapan ketika melakukan sebuah tindakan. Ingatlah selalu bahwa pengguna ingin tahu apa yang terjadi. Hal ini bisa menjadi sulit ketika berhadapan dengan mesin atau dengan banyak kode - tidak seperti Anda yang dapat bertanya langsung  apakah semuanya baik-baik saja. 


 
Merancang desain dari formulir dalam UI mungkin terlihat mudah, tetapi kehadirannya sendiri datang dengan beberapa faktor yang mempengaruhi konsep Anda. Dengan memastikan bahwa Anda melakukan pekerjaan yang benar dengan membawanya sedekat mungkin pada pengguna, Anda dapat meraih tampilan antarmuka yang berfungsi baik dengan menyajikan desain yang juga baik.
 
Sudahkah Anda melakukan beberapa tips di atas dalam website atau aplikasi yang Anda miliki? Atau Anda baru ingin memulai bisnis Anda menggunakan website dan aplikasi? Masih bingung dengan penggunaannya? Jangan khawatir.
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di Jakarta. Atau juga jika sebenarnya anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dalam pembuatan UI UX Design di Jakarta dengan memberikan website dan aplikasi perangkat dengan harga yang lebih terjangkau serta cepat dan mudah, tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan anda.
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk melengkapi bisnis anda dalam bidang SEO marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
Reference: JustInMind

Related Articles